Materi dasar RAFTING

ARUNG JERAM / RAFTING
ORAD

SEJARAH ARUNG JERAM

Banyak orang menyebutkan arung jeram (rafting) ditemukan di Amerika. Dan banyak pula menyebutkan arung jeram ditemukan di Eropa. Terlepas dari itu semua, pasti arung jeram timbul karena kebutuhan. Kebutuhan untuk menyelamatkan diri atau untuk menyerang orang lain, seperti saat perang dunia II. Waktu itu tentara Amerika merancang suatu jenis perahu digunakan sebagai sarana perang.
Di Indonesia, rafting sesungguhnya sudah ada sejak dulu kala. Sebagai contohnya masyarakat tradisional hidup di tepi sungai-sungai besar memanfaatkan rakit sebagai sarana guna menyeberang sungai.
Sementara, kegiatan rafting sebagai salah satu bidang kepecinta alaman mulai diperkenalkan di Indonesia oleh kelompok pecinta alam Wanadri pada tahun 1975 di sungai Citarum, Bandung dengan diadakannya Citarum Rally. Nama Olah Raga Arus Deras (ORAD) baru diperkenalkan pada forum Gladian V di Ciputat tahun 1978. Lalu muncullah beberapa kelompok pengarung jeram seperti Mapala UGM, Mapala UI, dsb

  1. PENGENALAN PERALATAN

v Peralatan Pribadi :

  1. Dayung / Paddle
    Dayung biasa digunakan untuk berarung jeram ada beberapa macam, berdasarkan bahannya, antara lain dayung kayu, dayung aluminium dan plastik, fiberglass, dll. Masing – masing ada beberapa perbedaan :
    o Dayung kayu : berat dan kekuatannya kurang dibandingkan dayung dari bahan lain.
    o Dayung fiberglass : ringan tetapi mudah pecah dan pecahannya sangat tajam dan bisa melukai
    o Dayung aluminium dan plastik : ringan, terapung di air dan lebih kuat dari jenis lain.
    Dayung biasa digunakan oleh awak perahu panjangnya sekitar 150 cm. Sedangkan untuk skipper / kapten berkisar 170 cm. Struktur bagian dayung antara lain :
  2. Pelampung
    Berfungsi untukmengapungkan tubuh dan juga sebagai pelindung terhadap benturan .
    Jenis pelampung ideal digunakan dalam rafting adalah pelampung ada pelindung
    kepala bagian belakang atau tengkuk.
  3. Helm
    Kepala adalah bagian rawan harus dilindungi.
    Saat pengarungan, bukan tidak mungkin kepala resiko terkena hantaman bisa membahayakan.
  4. Sepatu / Alas Kaki Lainnya
    Kriteria sepatu biasa digunakan adalah simple (selop), tidak mudah lepas, dapat melindungi kaki dari kemungkinan tertusuk benda tajam tetapi tidak mengganggu pergerakan untuk berenang. biasa digunakan adalah sepatu diving, atau bisa juga sandal gunung.
  5. Pakaian
    Jenis pakaian tepat untuk dipakai adalah membuat kita leluasa untuk bergerak serta mudah kering. Jangan sekali-kali memakai pakaian berbahan jeans karena tidak memenuhi dua kriteria diatas.
  6. Survival Kit
    Perlengkapan survival kit harus melekat di badan, tetapi tidak mengganggu pergerakan kita. Biasanya terdiri dari korek api tahan air, pisau lipat, obat-obatan pribadi, dsb
  7. Flip Line
    Adalah tali panjangnya kira-kira setengah meter sampai dua meter dan kedua ujungnya disimpul dengan sebuah carabiner. Kegunaan Flip Line untuk membantu melepaskan perahu tersangkut batu, membalikkan perahu terbalik serta membantu melepaskan perahu dalam keadaan wrap ringan
  8. Peluit
    Berfungsi sebagai alat komunikasi saat pengarungan biasanya digunakan oleh Skipper.
  9. P3K pribadi
    Diperuntukan bagi mempunyai penyakit pribadi, misal migrain, maag, dsb
  10. Jam Tangan
    Untuk mengontrol aktivitas pengarungan, memantau jadwal tekins operasional, dll

v Peralatan Kelompok :

  1. Perahu

Perahu umum digunakan dalam kegiatan arung jeram banyak macamnya. paling sering digunakan adalah jenis paddling boat. Kriteria perahu baik adalah tahan terhadap benturan ataupun abrasi. Karena medan dilalui sangat rentan terjadimya hal tersebut. Biasanya perahu terbuat dari bahan karet sintetis (EPDM), PVC, Neophren dan Hypalon. Perahu baik mempunyai presentase hypalon cukup tinggi. Karena awet dan ringan. Contoh perahu jenis ini antara lain merk ”Avon” buatan Inggris kadar hypalonnya mencapai 80 %. ”NSR”, ”Marvia”, ”Soar” (USA), ”Momentum” & ”Rukem” (Taiwan), ”Incept ”(New Zealand) dan ”Lancer” (Australia) juga berkualitas cukup baik.
Untuk perahu jenis paddling boat ada 2 macam, non self bailing dan self bailing. Bagian –bagian perahu dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Dinding perahu: bagian digunakan sebagai tempat duduk para awak perahu.
    § Thwarth : Bantalan di tengah berfungsi agar perahu tidak terlipat akibat medan pengarungan. Juga dapat berfungsi sebagai tumpuan kaki awak perahu.
    § Floor / lantai : Mengamankan kaki awak perahu agar tidak terantuk batuan / stopper lewat di bawah perahu.
    § Klep pompa : sebagai lubang untuk memompa
    § D Ring : Cincin kait berbentuk seperti huruf D. Berfungsi untuk mengikat Flip Line

Perahu adalah peralatan rawan terutama nyala api, benda tajam. Penyimpanan perahu di darat benar adalah dismpan dengan kondisi angin dalam tabung + 70 %. Saat di darat perahu jangan dinaiki karena dapat merusak lem pada bagian sambungan- sambungan.
Ada 2 kategori prahu yaitu :
a. Non self Bailing
Perahu ini tidak dilengkapi lubang – lubang pembuangan air, sehingga air masuk dalam perahu akan menggenang pada lantai perahu. Karena itu, perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember untuk membuang air
b. Self Bailing
Perahu dilengkapi lubang-lubang pembuangan air, sehingga air masuk dalam perhau akan keluar dengan sendirinya dan perahu tidak akan tergenang.

  1. Tali lempar (throw bag)
    Tas kecil berisi gulungan tali nylon sepanjang 15 – 25 m berfungsi untuk rescue.
  2. Dry bag (Tas kedap air)
    Tas kedap air untuk menyimpan segala kebutuhan selama pengarungan. Terutama tidak boleh basah. Baik itu logistik, camera, dompet, repair kit, dsb
  3. Pompa (pump)
    Pompa khusus didesain untuk memompa perahu. Bisa untuk menambah ataupun mengurangi angin dalam tabung perahu. Harus selalu dibawa selama pengarungan apabila sewaktu – waktu angin dalam perahu berkurang. Terdiri atas dua jenis, yaitu pompa injak dan pompa tangan. Pompa injak daya isi anginnya lebih kecil daripada pompa tangan.
  4. Peta sungai (River Map)
    Peta digunakan terutama pada sungai baru pertama kali diarungi, untuk memperkirakan situasi dan kondisi sungai juga daerah sekitar aliran sungai.
  5. Webing dan Carabiner
    Bisa dipakai untuk mengikatkan barang-barang bawaan dan carabiner sebagai pengaitnya.
  6. Alat Navigasi
    Alat navigasi seperti peta, kompas, protaktor dsb sangat berguna dalam pengarungan yaitu membantu untuk mengetahui medan sungai sedang atau akan diarungi, mengetahui gradien sungai, serta kondisi medan lain.
  7. Logistik
    . Persediaan makanan untuk pengarungan juga penting. Diutamakan praktis dan banyak mengandung kalori.
  8. Repair Kit
    Repair kit adalah satu set peralatan perbaikan perahu. Perbaikan perahu biasanya berupa penambalan bagian bocor. Tediri dari lem, pembersih lem, plat press, pemanas (hair dryer), cutter, bahan tambal cadangan (PVC, hypalon, Karet ban dalam).
    Repair kit perlu disimpan dalam tempat khusus untuk memudahkan penanganan kasus.
    Untuk memperbaiki perahu secara sederhana pertama kita perlu mengetahui bagian bocor. Kemudian bagian tersebut kita bersihkan dari sisa lem dan kotoran lain kemudian kita keringkan. Setelah itu kita beri lem dan kita press sampai lem kering dan melekat erat.
  9. TEKNIK DASAR PENGARUNGAN (DAYUNGAN)
  10. Dayung maju (Forward Stroke)
    Berfungsi untuk menggerakkan perahu ke depan. Caranya: dimulai dengan mendorong bilah dayung ke muka dengan tangan sebelah luar, kemudian masukkan dayung ke dalam air, dilanjutkan dengan mempertahankan bilah dayung pada sudut benar hingga mendekat ke perahu dan berhenti setelah sejajar dengan tubuh, keluarkan bilah dayung kemudian putar sejajar dengan permukaaan air, ulangi kembali ke posisi semula.
  11. Dayung mundur (Backward Stroke)
    Kegunaannya untuk menurunkan kecepatan perahu atau menggerakkan perahu ke belakang. Caranya : merupakan kebalikan dari dayung maju. Celupkan bilah dayung ke dalam air hingga jauh ke belakang tubuh kemudian dorong ke depan sambil menarik pegangan dan gerakan ini berakhir ketika dayung berada pada posisi awal dayung maju.
  12. Dayung tarik (Draw Stroke)
    Dayung tarik sering dipakai oleh pemandu arung jeram untuk menhindari tabrakan antara bagian belakang perahu dengan batu atau rintangan dengan menggeser perahu mendekati posisi diinginkan. Caranya menancapkan dayung jauh ke samping dan menariknya ke arah perahu.
  13. Dayung Tolak (Pry Stroke)
    Gunanya untuk membantu melengkapi dayung tarik untuk mengendalikan perahu ke posisi diinginkan. Caranya : kebalikan dari dayung tarik, yaitu memasukkan dayung ke dalam air dari dekat perahu dan menolaknya jauh ke samping perahu.
  14. Dayung Pancung (Cross-Brow Draw)
    Dayungan biasa digunakan oleh para pendayung depan apabila ingin menggeser perahu ke samping. Caranya : pendayung depan melakukan dayung tarik dari sisi depan perahu memotong moncong perahu.
  15. ”C” Stroke
    Gunanya untuk membelokkan perahu dengan cepat. Caranya dayung digerakkan membentuk huruf ”C” baik dari depan ke belakang maupun dari belakang ke depan dan diikuti dengan gerakan badan. Dayungan ini sangat penting untuk dikuasai oleh pemandu arung jeram karena dayungan ini sangat efektif untuk membelokkan perahu.
  16. PEMBAGIAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
    1. Daerah aliran sungai hulu. Ciri-cirinya dangkal dan sempit. Seringkali mengalir di daerah lembah curam dan dalam dan tak jarang pula dijumpai air terjun. Tidak ideal untuk diarungi.
    2. Daerah aliran sungai peralihan. Ciri-cirinya cukup dalam dan lebar. Banyak dijumpai riak diselingi lubuk sungai. Sangat ideal untuk ORAD.
    3. Daerah aliran sungai hilir. Ciri-cirinya lebar dan dalam aliran airnya tenang dan berkelok-kelok menyerupai huruf V. Bukan daerah ideal untuk ORAD.

v Mengenal Arus, Bentukan dan Ornamen Sungai
1. Main Stream : Arus utama paling mudah dikenal karena merupakan arus paling besar, jika arus sungai tersebut terbagi-bagi menjadi beberapa aliran. Pada aliran sungai lurus, arus utama biasanya terletak di tengah. Pada belokan, arus ini terdapat pada sisi luar. Dalam pengarungan arus inilah biasanya digunakan sebagai jalur pengarungan karena arusnya paling besar dan paling cepat, sehingga mempercepat laju perahu.

  1. Standing Wave : Terbentuk karena adanya perbedaan percepatan arus, ketika melewati dasar sungai berbeda kemiringannya. Bentuk dan besar beraneka ragam ada adapula tinggi dan besar. Terbentuk karena adanya ornamen sungai, seperti batu. Panjangnya pun bermacam-macam.
  2. Arus balik (Reverse Steram) ; Menggambarkan suatu arus berputar ke atas dengan sendirinya karena adanya perubahan bidang jatuh cukup drastis. Secara umum di bagi menjadi tiga ;
    a. Hole : adanya batu berada di bawah
    permukaan air dan menghalangi arus air bawah,
    menyebabkan arus menjadi menurun dan pada
    permukaan berikutnya arus berputar
    ke belakang dari bawah ke atas.
  3. Hydraulic : Arus air turun secara vertikal
    menyebabkan arus berputar dari bawah,
    dan daya putarnya lebih kuat dari pertama.
    Jika arus turun secara vertikal dengan letak
    cukup tinggi maka bentukan akan terjadi
    disebut dengan air terjun (Water fall).
  4. Back Curling : dasar sungai cukup terjal
    menyebabkan arus sungai menjadi sangat kuat,
    tetapi dasar berikutnya tiba-tiba landai akan
    menyebabkan arus menjadi tertahan,
    dan terbalik membentuk putaran di atasnya,
    sekilas mirip dengan standing wave, tetapi
    mempunyai daya balik lebih kuat.
  5. Pusaran Air (Eddies) : adalah tempat dimana aliran sungai berhenti atau mengalir ke atas hulu sungai atau up stream. Biasanya terjadi di sisi sungai terdapat bentukan pantai atau Bank, atau dibelakang ornamen sungai misalnya batu menghalangi arus. Eddies kuat perlu mendapatkan perhatian khhusus karena mampu mempengaruhi kendali perahu. Eddies mempunyai kegunaan sebagai termpat berhenti atau juga sebagai break atau mengurangi kecepatan serta menolong untuk membelokan perahu/ manuver. Di antara Eddies dan arus akan terbentuk mirip garis pembatas di sebut Eddy Lines.

Macam-macam Eddy :
a. Midstream Eddies : terletak di tengah sungai, seperti ada rintangan atau batu di tengah sungai, maka terbentuk Eddy di tengah sungai di balik rintangan itu.

  1. Shortline Eddies : terletak di pinggir sungai, seperti adanya tikungan, tonjolan atau cekungan di pinggir sungai.
  2. Powerful Eddies : Eddy timbul akibat halangan besar dan arus kuat.
  3. Mild Eddies : Eddies timbul akibat arus lemah walaupun halangannya besar. Jadi semakin besar kuat arus mengalir maka semakin kuat dan besar Eddy ditimbulkan.
  4. Cushion : bebatuan timbul diatas
    permukaan air akan menghalangi aliran arus
    sungai, Air akan menabrak bebatuan, berbalik,
    pecah di kanan-kirinya dan menimbulkan
    beberapa bentuk gerakan air/arus dalam
    usahanya untuk terus mengalir ke arah hilir.
    Gerak arus sungai berupa ombak dan riak
    terbentuk di depan batuan timbul diatas
    permukaan air disebut Cushion.
  5. Tongue : biasanya disebut lidah arus,
    Bentuknya serupa dengan huruf V.
    Terbentuk jika dua alur terhambat batu
    atau obstacles mengambang.Biasa di
    gunakan sebagai acuan untuk menentukan
    jalur pengarungan,biasanya lidah air di ikuti
    oleh gelombang berdiri.
  6. Pillow : jika permukaan bebatuan dekat dengan
    permukaan air, maka sebagian dari arus sungai
    bergerak ke hilir akan menaiki bebatuan dan
    melewati bagian atasnya serta membentuk
    ” benjolan air” disebut Pillow.
  7. Belokan (Bends) : Pada belokan sungai arus
    cepat dan aliran dalam terdapat pada lingkaran
    luar belokan sungai, hal ini diakibatkan oleh
    adanya kekuatan sentrifugal, sehingga aliran
    permukaan lebih cepat mengarah dan menumpuk
    sepanjang tepi belokan bagian luar. Dan aliran
    arusnya lebih sempit dari bagian dalam. Alternatif
    untuk melaluinya sebaiknya pada bagian dalam.
    Perahu terlanjur masuk aliran bagian tepi luar
    belokan kemungkinan akan menabrak dan terhempas.
  8. Flat : Adalah arus tenang
  9. Batu / Rocks / Stopper : ornamen sungai berupa
    batuan menyembul / terlihat dari
    permukaan air dan mempengaruhi arus
    dan tak jarang formasi batuanlah
    membentuk karakter jeram.
  10. Strainer : Sesuatu menghalangi arus utama, sehingga tidak terdapat ruang untuk bergerak bebas. Dapat berupa pohon atau ranting tumbang.
  11. Undercut : Merupakan suatu bentukan terjadi
    karena terkikisnya dinding sungai hingga membentuk
    rongga. Arus mampu membentuk rongga ini
    biasanya sangat kuat sehingga jika perahu terbawa
    arus ini akan menyebabkan awak perahu terbentur
    dinding sungai atau perahu akan terbalik dan
    terjebak dalam rongga. Harus dihindari.
  12. Cerukan : Bentukan sungai terjadi karena gerusan arus deras. Terdapat pada belokan sungai. Sangat berbahaya dan harus dihindari.
  13. Bottleneck : Penyempitan dinding sungai.
    Dapat menyebabkan arus mengalir lebih cepat.
  14. Pendangkalan sungai (Shallows) : Jika penampang sungai melebar akibatnya akan membuat permukaan air menjadi turun. Jika terjadi pendangkalan dapat menyulitkan dalam pengarungan, maka perlu diingat adalah permukaan air dengan ombak besar menunjukkan aliran sungai dalam.

 




Penulis: "Dobol" Manbaul Irpan
Blog: 1 Posting
Foto: 0 Posting
Video: 0 Posting

Link