Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/mhpkbtn/public_html/config/koneksi.php on line 12
MAHAPEKA Banten |

Berita Mahapeka

Berikut adalah arsip berita Mahapeka yang telah dimuat di media cetak ataupun media online

pemprov-evaluasi-kesiapsiagaan-penanganan-banjir-dan-longsor-di-banten

Pemprov Evaluasi Kesiapsiagaan Penanganan Banjir Dan Longsor Di Banten


humasprotokol.bantenprov.go.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten-H.Muhadi, Senin (14/11), memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama beberapa instansi yang memfokuskan dalam penanganan bencana di wilayah Provinsi Banten, baik dari SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten maupun Kab/Kota.

Rakor bertema `Menghadapi Banjir dan Gerakan Tanah Longsor` dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten. Dalam arahannya Sekda Banten mengatakan kepada peserta rakor untuk mengevaluasi kesiapsiagaan SKPD dan lembaga-lembaga yang fokus menangani bencana terutama dalam menanggulangi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Banten, baik bencana akibat alam, manusia ataupun lainnya.

Menurut Sekda rakor ini khusus mengevaluasi  kesiapsiagaan  menghadapi bencana yang disesuaikan kepada tugas masing-masing instansi/SKPD.

“Rakor nantinya akan menghasilkan bahan atau data-data masukan dari tiap SKPD, maupun lembaga-lembaga terkait lainnya yang berasal juga dari dari SKPD Kab/Kota  yang akan dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten” kata Sekda.

Dalam rangka tanggap bencana alam di wilayah Banten menurutnya harus dipusatkan juga  pada potensi-potensi bencana gagal industri.

Dalam rakor bersama ini Sekda menginstruksikan kepada lembaga terkait dan kepada BPBD dalam waktu dekat untuk menyusun buku evaluasi manual tentang kesiapan alat-alat dan personil penanggulangan bencana serta siapa personil yang akan diturunkan/bertanggungjawab mengoperasikan perlatan apabila bencana benar-benar terjadi.

Hal ini menurut Sekda berguna untuk mengukur kekuatan dan kemampuan lembaga (pemerintah) dalam tanggap darurat bencana.
Buku manual juga berguna untuk acuan dan bahan koordinasi serta evaluasi antar berbagai lembaga terkait penanganan bencana daerah.
Data-data yang dihimpun di BPBD Provinsi Banten berkaitan dengan kelemahan dan kekurangan, baik itu persoalan kekuatan peralatan ataupun kekuatan personil dalam mengantisipasi apabila terjadi bencana.

Dalam kesempatan rakor ini Sekda juga memerintahkan kepada tiap SKPD untuk memberikan koreksi kepada BPBD terkait kesiapan dan kekurangan persiapan.

Dalam rangka menghadapi kendala-kendala tersebut, menurut Sekda hendaknya SKPD dapat mengatasi dengan beberapa cara melalui pemanfaatan potensi seperti kekuatan personil, peralatan, regulasi dan adaptasi teknologi.

Berkaitan dengan hal tersebut Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten-H.Nandy Mulya mengaku pihaknya telah mempunyai personil yang berjumlah sekitar seribu Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang tersebar di beberapa daerah-daerah termasuk peralatan mobil, perahu karet, perahu dolpin, mesin tempel, alat komunikasi, generator, genset, water closet, termasuk alat-alat lain seperti tenda regu, tenda keluarga, tenda dapur, pengungsi, rompi pelampung dan lain-lain yang tidak hanya berkaitan dengan bencana akibat alam tetapi peralatan bencana akibat lainnya seperti gagal industri (kimia) dan kebakaran.

Sementara itu Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Banten-Ahyar Bahtiar memaparkan kesiapannya dalam mengahadapi tanggap bencana untuk menampung masukan-masukan dan inventarisir peralatan tanggap bencana dari semua instansi penanggulanan bencana yang ada baik dari Pemerinta Provinsi Banten maupun kab/kota.

Rapat koordinasi  Menghadapi Banjir dan Gerakan Tanah Longsor yang diadakan oleh BPBD Provinsi Banten juga dihadiri utusan muspika kab/kota, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi mahasiswa pecinta alam dari Universitas Tirtayasa (Mapalaut), Institut Agama Islam Negeri SMHB Banten (Mahapeka), SAR Banten, Taruna Siaga Bencana (Tagana Banten), Badan Metereologi Kecuacaan dan Geofisika (BMKG) Banten.




BACA JUGA: